CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Rabu, 28 Oktober 2009

kasih sayang mentari bulan bintang


kasih sayang bukan seperti air sungai yang mengalir
kemudian hilang bila sampai ke muara

kasih sayang bukan seperti titis air hujan
jatuh ke tanah merasap kemudian hilang

tapi kasih sayang bagai sinaran mentari
sentiasa bersinar di siang hari

dan di malam hari sinarannya terang
menembusi bulan dan bintang

Rabu, 12 Ogos 2009

radang...


apa yang berlaku
mengapa maki berbalas seranah
dah hilangkah sifat sabar
mengapa membara api amarah
mengalah bukan bererti kalah
tarik nafas lepaskan hela
doa yang baik-baik jerlah
walau dibalas dengan tuba
ingat Dia tetap ada
mengadu jer padaNya
kerna keputusanNya tetap sempurna...

Khamis, 16 April 2009

kaku


mengapa harus begini
membiarkan diri sebegini
apa yang kau cari
apa yang kau nanti
apakah mentari tak mahu muncul lagi
apakah hujan tidak mahu berhenti
apakah bulan sudah lupa malam hari
apakah bintang sudah tidak berkelip lagi
apakah pelangi sudah tak berwarna lagi
usah biar diri terus begini
kerana kau harus menginjak diri
dari tempat di mana kau berdiri
jalan ini harus kau jalani....

Selasa, 31 Mac 2009

naik tangga


naik tangga....

tangga cinta....

satu... dua... tiga...

terus mengira

setiap tangga punya cerita

punya rasa juga nestapa

daki terus mendaki

jangan sampai tersungkur nanti

hati-hati kalau mendaki

jatuh tergolek bangun sendiri

tercalar luka diubati

bangun dan mendaki lagi

berdiri di kaki sendiri

Selasa, 17 Mac 2009




bila mana kasih kian pudar

bagai terbang ke tanah datar

rasa hati kering kontang

tanah subur jadi gersang

menanti setitis hujan

membasahi setiap ruang

dalam dahaga dan kehausan

hanya setitis nikmat


Selasa, 10 Mac 2009

matahari




silau panahan cahaya mentari
namun memberi seribu erti

hangat membara membakar diri
namun itu tak kau perduli

biar seisi alam merasai
pancaran cahaya menerangi

tetap setia pada yang hakiki
tidak pernah mungkir janji

tepat pada waktu setiap hari
dengan bulan tak pernah mendengki

hanya diam...
walau musnah diri sendiri

walau dingin bayu menemani
sinar rambulan di malam hari

indahnya rambulan hanya igauan
mentari membakar diri siapa ketahuan

tempias silau cahaya
dinikmati rambulan bersama

namun rambulan jua dipuja-puja
sang pungguk bagai menanti cahaya

andai mentari tiada
adakah rambulan indah dipandang mata...

Rabu, 4 Mac 2009

nikmat




terpecik peluh kepuasan

dalam lelah pendakian

sesekali berselang larian

bersulam langkah perlahan

dalam jiwa kedamaian

kebahagian bukan igauan