CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Selasa, 31 Mac 2009

naik tangga


naik tangga....

tangga cinta....

satu... dua... tiga...

terus mengira

setiap tangga punya cerita

punya rasa juga nestapa

daki terus mendaki

jangan sampai tersungkur nanti

hati-hati kalau mendaki

jatuh tergolek bangun sendiri

tercalar luka diubati

bangun dan mendaki lagi

berdiri di kaki sendiri

Selasa, 17 Mac 2009




bila mana kasih kian pudar

bagai terbang ke tanah datar

rasa hati kering kontang

tanah subur jadi gersang

menanti setitis hujan

membasahi setiap ruang

dalam dahaga dan kehausan

hanya setitis nikmat


Selasa, 10 Mac 2009

matahari




silau panahan cahaya mentari
namun memberi seribu erti

hangat membara membakar diri
namun itu tak kau perduli

biar seisi alam merasai
pancaran cahaya menerangi

tetap setia pada yang hakiki
tidak pernah mungkir janji

tepat pada waktu setiap hari
dengan bulan tak pernah mendengki

hanya diam...
walau musnah diri sendiri

walau dingin bayu menemani
sinar rambulan di malam hari

indahnya rambulan hanya igauan
mentari membakar diri siapa ketahuan

tempias silau cahaya
dinikmati rambulan bersama

namun rambulan jua dipuja-puja
sang pungguk bagai menanti cahaya

andai mentari tiada
adakah rambulan indah dipandang mata...

Rabu, 4 Mac 2009

nikmat




terpecik peluh kepuasan

dalam lelah pendakian

sesekali berselang larian

bersulam langkah perlahan

dalam jiwa kedamaian

kebahagian bukan igauan

Jumaat, 27 Februari 2009

rajuk



lepaskan rajuk itu
usah digenggam jadi bara api

lepas jauh dari hati
usah biar terus jadi kudis keji

usah biarkan rajuk pengaruhi
kerna ia kian sebati

menjalar keseluruh urat nadi
biarkan ia berlalu pergi

kerna rajuk tiada membawa erti
biar rajuk terus berlalu

buangkan rasa sendu
kerna masih ada yang mahu

bersahabat dengan kamu
tanpa rasa jengkel di kalbu

Sabtu, 14 Februari 2009

yang ku punya

yang ku punya hanya kata-kata
yang ku ada hanya bait-bait kata

ilham tercipta dari yang Esa
memuntah bagai lahar dari segenap raga

yang luhur bukan diada-ada
hanya itu yang ku punya

melakar di setiap ruang maya bisu tanpa suara
dari laman ke laman yang ada

walau aku tak punya ilmu di dada
berbekal kata-kata mewangi membangkit semangat di jiwa

bukan menunjuk baik bagai alim ulama
yang ku punya hanya DIA

kata-kata untuk ku jua sesama kita halusinya
di cerna menjadi santapan minda pengubat lara

moga terzahir di kelakuan kita
menjadi sebati meresap penyubur iman di dada

hanya itu yang ku punya
bicara sepi seorang yang tak punya apa

kata-kata menuju yang Satu
untuk ku untuk kamu semua


Jumaat, 30 Januari 2009

mentari bersinar kembali


ada sekelumit tawa
di sebalik tangis duka

ada silau cahaya
di celahan remang rembulan

bersinar pelangi
dalam titis hujan

biar guruh petir berdentum
memecah sunyi hening hari

meski pun mentari malu menunjuk diri
hari esok ada harapan pasti

yang memungkinkan kita terus menanti
kerana mentari pasti bersinar kembali